Pengobatan Hepatitis


Sumber Informasi Online Pengobatan Hepatitis

Penyakit Sirosis Hati

Sirosis Hati di tahap awal memang tidak menimbulkan gejala apapun, oleh karenanya pasien kemungkinan menderita sirosis hati untuk waktu yang cukup lama tanpa menyadari penyakitnya. Penyakit sirosis hati ini menjadi penyebab kematian urutan kelima untuk laki-laki dan urutan ketujuh bagi perempuan di dunia. Sedangkan di Indonesia, sirosis hati lebih banyak diderita oleh laki-laki.

Sirosi hati adalah kemunduran fungsi liver yang permanen yang ditandai dengan perubahan histopatologi. Dengan kata lain, organ ini tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya.

Perubahan histopatologi yang terjadi menyebabkan peninggian tekanan pembuluh darah pada sistem vena porta. Sebagai akibat dari peninggian tekanan vena porta, terjadi varises esophagus dan bila pecah terjadi muntah darah warna hitam (hematemesis).

Jika kerusakan ini tidak dihentikan, hati akan kehilangan kemampuannya untuk menjalankan fungsi normalnya secara bertahap. Hal ini yang sering disebut gagal hati, atau sebagai stadium akhir penyakit hati.

Penyebab dan gejala sirosis hati

Penyebab dari sirosis hati adalah infeksi virus hepatitis (virus hepatitis B dan C), berlemakan hati (fatty liver), peminum alkohol yang rutin dalam waktu lama, obat – obatan yang menganggu fungsi liver dalam waktu yang lama, jamu – jamuan, makanan dengan bahan pengawet.

Gejala dari sirosis hati tergantung pada tingkat berat sirosis hati yang terjadi. Sirosis Hati dibagi dalam tiga tingkatan yakni Sirosis Hati yang paling rendah Child A, Child B, hingga pada sirosis hati yang paling berat yakni Child C.

Gejala yang biasa dialami penderita sirosis hati dari yang paling ringan yakni lemah tidak nafsu makan, hingga yang paling berat yakni bengkak pada perut, tungkai, dan penurunan kesadaran. Pada pemeriksaan fisik pada tubuh penderita terdapat palmar eritem, spider nevi.

Penyakit sirosis hati ini risikonya bervariasi, sesuai dengan penyebab sirosis. Risiko terbesar adalah yang disebabkan oleh infeksi hepatitis C dan B, dan diikuti oleh hemokromatosis.

Diagnosis Sirosis Hati

Bila dokter mencurigai Anda terkena sirosis, dia dapat melakukan pemeriksaan fisik untuk mengetahui adanya pembesaranhati dan penumpukan cairan. Kecurigaan sirosis terutama muncul bila Anda mengalami gejala dan beriwayat meminum alkohol berat atau terkena hepatitis kronis.

Pemeriksaan darah dapat mengkonfirmasi kegagalan fungsi hati. USG dapat menunjukkan apakah ada kerusakan di hati Anda. Untuk mengkonfirmasi, biopsi (sampel kecil) dari hati dapat diambil untuk dilihat di bawah mikroskop.

Jika penyebab sirosis tidak jelas, maka pemeriksaan lebih lanjut dapat dilakukan untuk memperjelas penyebabnya, misalnya denganmemeriksa antibodi virus hepatitis atau auto-antibodi yang mungkin telah menyerang sel-sel hati Anda, kelebihan zat besi atau tembaga di dalam darah.

Pengobatan dari sirosis hati adalah dengan menghindari hal yang dapat memperberat fungsi hati, pemberian obat untuk melancarkan metabolisme hati.

Pengobatan yang paling definitif untuk sirosis hati adalah tranplantasi hati, tetapi hingga saat ini kemajuan teknologi kedokteran dan penyulit yang terjadi pada penderita dengan sirosis hati, masih belum memberikan hasil yang baik.

Sumber : gayahidup.inilah.com

- - 5
Topik: Info Penyakit Hepatitis Tags: ,

≡ Komentar "Penyakit Sirosis Hati"

Comments links could be nofollow free.