Pengobatan Hepatitis


Sumber Informasi Online Pengobatan Hepatitis

Hepatitis Dalam Kehamilan

Hepatitis Dalam Kehamilan harus menjadi perhatian karena dapat menimbukan masalah kesehatan serius, baik bagi ibu maupun bayi. Secara umum, Hepatitis Dalam Kehamilan dapat terjadi dalam 3 bentuk berikut:

  1. Penyakit hati yang dicetuskan oleh kehamilan, seperti perlemakan hati akut, hiperemesis gravidarum (muntah yang berlebihan pada kehamilan muda), dan sindrom HELLP;
  2. Penyakit hati yang terjadi selama kehamilan dan tidak berhubungan dengan kehamilannya, seperti hepatitis virus akut, infeksi dan batu di kandung empedu;
  3. Kehamilan yang terjadi pada orang yang telah mengalami penyakit hati kronik (yang sudah lama) sebelumnya, seperti hepatitis kronik.

Pada tulisan ini, akan dibahas Hepatitis Dalam Kehamilan –sebagai salah satu penyakit hati yang paling sering terjadi– pada kehamilan. Hepatitis Dalam Kehamilan dapat menimbulkan dampak kesehatan yang besar baik bagi ibu maupun janin yang dikandungnya.

Apa itu Hepatitis Dalam Kehamilan

Sebelum membahas dampak Hepatitis Dalam Kehamilan, akan diulas terlebih dahulu secara singkat apa itu hepatitis serta apa saja yang dapat terjadi ketika seorang mengidap hepatitis. Hepatitis merupakan suatu istilah umum untuk terjadinya peradangan pada sel-sel hati. Hepatitis dapat disebabkan oleh kondisi non-infeksi seperti obat-obatan, alkohol, dan penyakit autoimun, atau oleh adanya infeksi seperti hepatitis virus.

Hepatitis Dalam Kehamilan terjadi bila virus hepatitis masuk ke dalam tubuh dan kemudian merusak sel-sel hati. Cara masuknya virus hepatitis ke dalam tubuh bisa bermacam-macam, namun yang paling sering adalah melalui makanan dan minuman (hepatitis virus A dan E), atau melalui cairan tubuh misalnya melalui transfusi darah, suntikan, atau hubungan seksual (hepatitis virus B, C, dan D).

Ketika virus hepatitis masuk ke dalam tubuh maka akan timbul berbagai gejala, mulai dari yang ringan (bahkan tanpa gejala) sampai yang berat. Gejala yang dapat muncul akibat infeksi virus hepatitis diantaranya demam, nyeri otot, gejala-gejala mirip flu (flu-like syndrome), mual atau muntah, serta nyeri perut, yang kemudian akan diikuti mata atau kulit berwarna kuning, serta buang air kecil akan berwarna kecoklatan.

Pada sebagian besar pasien, gejala-gejala tersebut akan membaik dengan sendirinya dan akan hilang sama sekali setelah 4-6 minggu, sementara sebagian kecil pasien keluhan-keluhan itu akan semakin memberat sehingga memerlukan perawatan yang khusus. Kondisi sakit seperti yang disebutkan di atas disebut sebagai hepatitis virus akut.

Bila infeksi hepatitis virus akut itu disebabkan oleh virus hepatitis A dan E, maka umumnya pasien akan sembuh total dan penyakitnya tidak berlanjut menjadi kronik. Hepatitis virus kronik dapat terjadi pada sebagian pasien yang mengalami infeksi hepatitis virus akut B, C, atau D. Seseorang dikatakan menderita hepatitis kronik bila virus hepatitis atau komponen-komponennya masih ada di dalam tubuh, dan secara perlahan tetap akan merusak sel-sel hati dan berpotensi untuk menularkan ke orang lain, walaupun gejala-gejala sudah menghilang dan secara fisik pasien sudah segar-bugar.

Hepatitis Dalam Kehamilan yang kronik perlu mendapat perhatian khusus, karena penyakitnya bisa berlanjut menjadi sirosis hati (hati mengecil akibat sel-sel hati banyak yang digantikan jaringan parut) dan bahkan bisa menjadi kanker hati. Diperkirakan bahwa sekitar 10 hingga 30% dari pengidap hepatitis B dan C akan berkembang menjadi sirosis dan kanker hati. Baik sirosis atau kanker hati merupakan suatu kondisi akhir dari suatu penyakit hati kronik, dengan berbagai gejala dan komplikasi yang berat dan mengancam nyawa (seperti perdarahan saluran cerna, gagal hati, penurunan kesadaran, gangguan mekanisme pembekuan darah, infeksi di rongga perut yang penuh terisi cairan, sampai pada kematian).

Bagaimana bila terjadi Hepatitis Dalam Kehamilan?

Sama seperti pada orang pada umumnya, seorang ibu yang hamil dapat berisiko mengalami Hepatitis Dalam Kehamilan dan seseorang yang sudah mengalami hepatitis kronik dapat hamil. Semua jenis virus hepatitis dapat menginfeksi ibu hamil, dan dapat menimbulkan gejala hepatitis virus akut. Gejala dan tanda infeksi hepatitis virus akut yang terjadi pada kehamilan umumnya tidak banyak berbeda dengan mereka yang tidak hamil.

Yang perlu dilakukan adalah memeriksakan diri ke dokter bila muncul gejala-gejala penyakit Hepatitis Dalam Kehamilan yang sudah disebutkan di atas tadi untuk memastikan apakah ini suatu hepatitis virus atau bukan, menentukan jenis virus apa yang menginfeksi, serta menentukan derajat kerusahan sel hati yang terjadi. Biasanya dokter akan menganjurkan perawatan di rumah sakit untuk memantau perkembangan penyakitnya, serta memastikan bahwa pasien cukup istirahat dan mendapat asupan makanan yang baik. Umumnya ibu hamil yang mengalami Hepatitis Dalam Kehamilan akut akan sembuh dalam 4 sampai 6 minggu.

Menentukan jenis virus Hepatitis Dalam Kehamilan apa yang menginfeksi merupakan hal penting, sebab seperti yang telah disebutkan di atas, bila virus hepatitis B dan C yang menginfeksi maka perlu dilakukan langkah-langkah lebih lanjut untuk mengantisipasi perkembangan penyakit lebih lanjut serta mencegah penularan penyakit ke janin atau bayi. Bila ibu hamil terinfeksi hepatitis virus B atau C, maka dokter akan melakukan berbagai pemeriksaan lanjutan untuk menentukan apakah virus Hepatitis Dalam Kehamilan pada kondisi aktif dan menularkan ke orang lain atau tidak, termasuk ke janinnya.

Sumber : permatacibubur.com

- - 5
Topik: Info Penyakit Hepatitis Tags:

≡ Komentar "Hepatitis Dalam Kehamilan"

Comments links could be nofollow free.